…the Real WOW…

Jujur pas Nyanyu cerita kalo Picnicholic jadi community partner di acara ini, gue merasa “oh, WOW! Hebat! Bisa ikutan nonton ga ya?” Gue merasa ini acara pasti hebat banget. Walo gue juga ga begitu paham maksud acaranya apa. Ndilalah tetiba Destya nawarin beberapa tiket geratis acara ini, sementara dari Picnicholic ga ada kabar apa pun. Jadilah gue, Maya, Titi dan Tika dapet jatah dari Destya. Lalu Bulan, Jerzy dan Ami dapet dari Picnicholic, yang akhirnya dapet jatah 25 tiket geratis 🙂

penampakan undangannya

So jadilah hari Kamis, 15 Desember 2011 #PasukanNgepet rame-rame ke PP. Makan malam dulu di Rice Bowl, baru beranjak ke Ballroom Ritz Carlton, tempat acara diadakan. Pintu dibuka jam 8. Titi dan Jerzy sigap lari-lari dan ngetek kursi. Siyalnya, kita yang bukan VIP ini kebagian jatah kursi di sisi kanan persis di belakang jimmy crane (eh, bener ga sih nulisnya? itu lho, yang alat untuk menggerakkan kamera). Belum lagi ternyata jumlah kursi tidak sesuai dengan jumlah tiket/undangan yang disebar. Jadilah banyak penonton yang rela berdiri di pinggir ruangan.

lebih heboh ketawanya dari pada makannya 🙂

menanti pintu dibuka

antri duluuuu

duduk jejeran ber-8 berkat kaka Titi dan kaka Jerzy 🙂

Acara dimulai dengan pembukaan dari Bapak Hermawan Kertajaya (yang setelah gue gugling ternyata adalah pakar pemasaran) dengan sedikit lawakan2 dan ketidaktahuan menyebut nama seseorang dengan benar (entah nama siapa. Ga terlalu dengerin secara udh bete gegara panggungnya ga kelihatan). Lalu seorang Bupati wanita dari Minahasa (selatan, kalo ga salah) yang turut diundang sebagai salah satu perwakilan, tapi salah menyebut nama yang mengundang *sigh* Lalu puncak acara pun dimulai.

tajuknya oke banget!

pak Hermawan. lihat posisinya? itu karena bentuk panggung yang aneh

Oh, sebelum cerita soal siapa dan bagaimana yang tampil, gue mo cerita dulu soal kekesalan kami tentang panggung yang ga kelihatan padahal kami duduk di baris ke lima dari depan. Apa pasal? Jadi di panggung seputar tempat jimmy crane mendadak dipenuhi oleh tukang poto dadakan. Apa itu maksudnya? Maksudnya adalah undangan yang ga bisa moto dari bangkunya lalu mereka maju mendekati panggung tapi trus lupa diri. Ga balik lagi ke bangkunya. Jadilah pemandangan ke panggung tertutup punggung (yang ga kece itu). Udah 2x minta tolong panitia untuk “usir” mereka tapi ga ada yang benar-benar menjalani. Akhirnya gue, Maya, Jerzy, Titi sibuk mensyen @TheRealWonderID mengeluhkan hal ini. Dan lalu tiba-tiba ada donk mbak-mbak panitia berbaju oranye yang mengusir mereka. Wow, senangnya hati kami hehe…

Oh, satu lagi keluhan kami. Settingan panggungnya sungguh aneh. Berbentuk segitiga dengan sudut tepat di tengah ruangan. Jadi yang tampil selalu menghadap kanan (kiri panggung), dimana VIP duduk. Yang ketiban siyal duduk di sebelah kanan panggung, seperti kami, dapet salam dari pantat deh 🙂

Oke, acara dimulai dengan tarian dari Papua dan Maluku. Enerjik! Lalu muncul seorang penyanyi cowok menyanyi secara medley lagu-lagu dari Bumi Cendrawasih dan Maluku seperti Yamko Rambe Yamko, Rame-rame. Bodi refleks bergoyang dan tepuk tangan sambil ikutan nyanyi haha…

kayaknya sih namanya Ivan Nestorman

suka backdropnya

Lalu muncul Elfa’s Singer nyanyi Caca Marica. Oh ya, Elfa’s Singer ini tampilnya sedikit-sedikit. Nyanyi satu lagu, menghilang, Trus nongol lagi. Gitu aja terus sampe 4x hehe.. Keren pokoknya. Selain Caca Marica, mereka juga nyanyi lagu dari Bali, Lancang Kuning dari Melayu, beberapa lagu Batak dan lagu Minang.

Tapi juaranya tentu Lea Simanjutak donk.. Suaranya sumpah deh ya, bikin merinding. Lea spesialisasi nyanyi lagu daerah yang bertempo lambat dan bernada tinggi. Anging Mamiri, lagu Bali bareng Elfa’s Singer dan Butet. Two Thumbs!

anging mamiri

butet

Ada juga penyanyi cilik Zaneta Naomi yang nyanyiin lagu-lagu dari Kalimantan. Cik cik Periuk, trus apa lagi ya.. Gue ga tau judulnya tapi tau lagunya hehehe.. Ini bocah juga suaranya juara!

the next Diva

Trus ada penyanyi wanita yang nyanyi ala sinden Soimah, nyanyiin lagu-lagu dari Jawa. Lir Ilir, trus lagu Sunda dan Betawi.

ini siapa sik?

Pertunjukkan paling menghibur dan menghentak apa lagi kalo bukan tari Saman dari Aceh. Yes, ini tari yang sungguk rancak dan keren…

Tari Saman dari Aceh

Ah, 2 jam yang sungguh menghibur. Dwiki Dharmawan emang jago banget deh mengaransemen lagu-lagu tersebut. Biar pun ga ngerti maksud tujuan acara ini, tapi gue puas dengan penampilan para penyanyinya. Tapi engga dengan kinerja EO-nya 🙂

Lea dan Zaneta

Bubar acara, tetep foto-foto donk.. #PasukanNgepet getho lhooooo 🙂

What a lovely night 🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s