…arti sahabat…

Gue lupa apakah pernah posting tentang sahabat. Yang gue inget gue pernah posting tentang teman sehati untuk beberapa hal, seperti nonton, jalan2 dan makan.

Kemaren ciAmi memenuhi timeline tentang sahabat. Gue pun #nyamber dengan memberi definisi arti sahabat buat gue, yaitu

orang yang berjalan di depan gue untuk melindungi
orang yang berada disamping untuk mendampingi
orang yang berada di belakang untuk mendorong

Mari gue jelaskan satu persatu maksudnya:
– melindungi maksudnya ketika terjadi sesuatu mereka siap membela gue. Tentunya untuk kebaikan ya..
misalnya, ya kali gue dibully ditwitter, trus temen2 gue ngebelain gue gitu.. *cemen*

– mendampingi maksudnya ketika gue sedang senang maupun susah, mereka ada bersama dan untuk gue.
misalnya, pas gue patah hati dan butuh asupan hiburan 🙂

– mendorong maksudnya mensupport untuk hal-hal yang sifatnya positif/membawa kebaikan untuk sesama.
misalnya, pas gue dilema mo berenti kerja ato engga, nah sahabat gue bisa kasih saran plus minusnya

Oh, gue ga egois koq.. Hal itu berlaku dua arah. Insya Allah gue akan melakukan hal sama seperti yang gue tulis di atas. Ya kali deh, masa maunya gue aja yang di”give” tapi ga mau “take”. Persahabatan kan juga kayak pacaran. Kudu ada take and givenya #tumbenbijak 🙂

Buat gue, sering ketemu, ngobrol, jalan bareng belum tentu menjadikan orang/mereka sahabat gue. Temen baik, mungkin iya. Teman dekat mungkin juga. Tapi sahabat belum tentu. Karena seleksi alam, teman bisa menjadi sahabat, sabahat menjadi lawan.

Sahabat timbul dari pertemanan. Cocok, sehati, sejiwa lalu saling berbagi suka dan duka secara suka rela. Tau kapan harus “bicara”. Tau kapan harus mengerem diri. Tau sejauh mana batasan bisa dilalui.

Tapi kenalan, teman, sahabat, soulmate atau apa pun itu namanya, gue banyak belajar dari mereka.
Belajar mengerti.
Belajar mengendalikan emosi.
Belajar tenggang rasa.
Berlajar memahami karakter orang (yang beda-beda banget!).
Belajar budaya dan kebiasan orang lain (yang beda-beda banget!)

Intinya, belajar tentang kehidupan.

Dan gue ga pernah memaksakan diri berteman dengan orang yang kemudian ga cocok sama gue.

Udah banyak koq contohnya..
Gue gagal mempertahankan sahabat gue dari SMP.
Gue lama-lama ga pernah ketemuan dan jarang banget komunikasi dengan Atujal.
Gue ga pernah lagi kontak dengan sahabat gue ketika di Medan.
Gue canggung ngobrol sama sahabat dari SD, saking lama-lama kami ternyata diam-diam saling menjauh tanpa sadar 😦 *ini beneran sedih gue ;(*

Tapi gue masih bertahan dengan seorang sahabat.
Yang tau banget busuknya gue.
Yang tau banget “gagal”nya gue.
Yang tau semua rahasia gue, bahkan sampe penghasilan gue 🙂

Dengannya gue pernah merasakan jaya.
Juga ketika roda di bawah.
Gue pun pernah ikut merayakan masa keemasannya.
Dan ikut sedih waktu dia perlahan runtuh dan berusaha bertahan.

Tapi percaya atau engga, ternyata hal itulah yang membuat kami bertahan! 🙂

Tapi anehnya kami jalan traveling bareng.
Kalo liburang bareng berua sih sering.
Dan tujuannya melulu satu, BALI 🙂

Kenapa gue bisa lama bertahan dengan dia?
Well, mungkin alam terus menyatukan kami.
Mungkin makin lama pengertian di antara kami semakin dalam.
Mungkin karena toleransi kami makin tinggi.
Mungkin karena tipikal kami sama, males sahabatan sama banyak orang 🙂

Prinsip kami, teman boleh banyak tapi sahabat sedikit aja 🙂

Apa pun itu, berbahagialah orang yang punya banyak teman dan sahabat

update:
ternyata gue pernah nulis tentang sahabat dink di sini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s